Implementasi Sistem Informasi Distribusi Pangan Berbasis Laravel dengan Multi-Heuristic Vehicle Routing Problem with Time Windows pada SPPG Hinai
Disusun dalam format artikel ilmiah berbahasa Indonesia formal dengan fokus pada implementasi aplikasi Laravel yang menggunakan Excel sebagai sumber data awal operasional.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi sistem informasi distribusi pangan berbasis Laravel pada SPPG Hinai yang mengintegrasikan data awal Excel dengan modul operasional berbasis basis data dan engine Vehicle Routing Problem with Time Windows (VRPTW). Data awal diperoleh dari workbook penerima manfaat, workbook menu harian, data relawan, master sekolah, dan master depot, kemudian diproses melalui modul impor pada aplikasi untuk membentuk data operasional sistem. Implementasi yang dikaji meliputi pengelolaan master distribusi, impor menu harian, generate rute berbasis job queue, visualisasi peta rute, laporan efisiensi, portal pengemudi, antarmuka pemrograman aplikasi untuk pembaruan status pengiriman, dan broadcast event perubahan node rute. Hasil ekstraksi menghasilkan 33 node distribusi aktif, 13 sekolah tujuan, total demand 1.578 porsi, dan nilai distribusi Rp 14.154.000. Evaluasi terhadap sistem menunjukkan bahwa heuristik greedy_vrptw menjadi strategi terbaik karena menurunkan total jarak tempuh dari 123,55 km menjadi 101,59 km atau 17,77%, menurunkan total waktu distribusi dari 613 menit menjadi 610 menit atau 0,49%, serta mempertahankan tingkat layanan tepat waktu sebesar 100%. Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi Laravel yang terintegrasi dengan logika optimasi mampu berfungsi sebagai sistem pendukung keputusan distribusi pangan publik, sedangkan Excel berperan sebagai sumber data awal, bukan sebagai sistem utama operasional.
1. Pendahuluan
Distribusi pangan pada layanan publik pendidikan merupakan persoalan logistik yang menuntut akurasi ruang, waktu, dan kapasitas. Pada konteks SPPG, distribusi tidak hanya berkaitan dengan pemindahan barang dari depot ke titik layanan, tetapi juga dengan kepatuhan terhadap jadwal operasional sekolah, ketepatan volume distribusi untuk kelompok penerima, dan kemampuan sistem untuk melacak status pengiriman di lapangan. Pada banyak institusi, data awal memang tersimpan dalam spreadsheet, tetapi pengelolaan operasional harian memerlukan aplikasi yang mampu melakukan validasi, penyimpanan, generate rute, monitoring, dan pelaporan secara terintegrasi.
VRPTW menjadi pendekatan penting dalam domain ini karena memungkinkan model memperhitungkan batas waktu pelayanan di setiap titik. Literatur lima tahun terakhir memperlihatkan bahwa riset VRPTW telah berkembang ke arah multi-trip, heterogenous fleet, two-echelon distribution, serta distribusi pangan mudah rusak [1]–[7]. Namun, studi yang memanfaatkan workbook operasional lokal sebagai data awal dan mengimplementasikan model tersebut ke dalam aplikasi Laravel yang dipakai dalam alur operasional masih terbatas. Penelitian ini menempati ruang tersebut dengan menganalisis sistem SPPG Hinai yang telah mengintegrasikan impor data, optimasi rute, dan monitoring pengiriman ke dalam satu aplikasi web.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif terapan dengan fokus evaluasi implementasi sistem. Tahapan penelitian mencakup identifikasi modul Laravel, ekstraksi dan impor data awal, pencocokan sekolah, pembersihan koordinat outlier, pembentukan baseline manual, eksekusi heuristik VRPTW pada service aplikasi, dan evaluasi hasil terbaik. Node distribusi dibentuk pada level sekolah-klaster untuk menjaga kompatibilitas dengan kapasitas kendaraan yang tersedia, yaitu motor box 50 porsi, Suzuki Carry box 100 porsi, dan truck engkel box 200 porsi.
Implementasi sistem yang dikaji memanfaatkan DistribusiController dan DistribusiService untuk impor data awal Excel, RouteOptimizationController dan RouteScheduleService untuk generate rute, CalculateRouteJob untuk proses asinkron, VrptwOptimizationService untuk perhitungan jarak serta pemilihan rute berbasis nearest neighbor dan time window, DriverRouteController untuk pembaruan status lapangan, serta event RouteNodeUpdated untuk broadcast perubahan node. Setelah data berada di database, evaluasi dilakukan pada dua skenario. Skenario pertama adalah baseline manual berbasis urutan administrasi dan dispatch bergilir. Skenario kedua adalah optimasi yang membandingkan tiga heuristik: `best_fit`, `capacity_tiered`, dan `greedy_vrptw`. Pemilihan solusi terbaik ditentukan secara berurutan berdasarkan keterlambatan minimum, jarak minimum, dan total waktu distribusi minimum.
2.1 Pipeline Pengolahan Data
| Tahap | Aktivitas | Output |
|---|---|---|
| Ekstraksi awal | Membaca workbook PM dan menu harian | Struktur sheet, header, dan data distribusi mentah |
| Impor aplikasi | Memasukkan data melalui import class Laravel ke database | Master sekolah, klaster, menu harian, dan rekap porsi tersimpan |
| Matching | Mencocokkan sekolah dan struktur data master di sistem | Node distribusi tervalidasi |
| Sanitasi spasial | Mengoreksi titik outlier berdasarkan centroid operasional | Koordinat node yang lebih realistis |
| Generate dan monitoring | Membandingkan baseline dan heuristik VRPTW pada modul rute | Metrik performa dan status distribusi per skenario |
2.2 Rancangan Pengujian
| Skenario Uji | Tujuan | Metrik | Dasar Evaluasi |
|---|---|---|---|
| Impor data | Menguji keberhasilan konversi data Excel ke database aplikasi | Konsistensi field, keberhasilan updateOrCreate, jumlah data tersimpan | Memastikan Excel hanya menjadi data awal dan sistem menjadi sumber data utama |
| Baseline manual | Mewakili dispatch non-optimasi | Total distance, total time, reload | Menjadi acuan before condition |
| `best_fit` | Menguji alokasi berbasis kapasitas tersisa | Late stop, jarak, waktu | Melihat efisiensi muatan |
| `capacity_tiered` | Menguji pembagian node berdasarkan tier kapasitas | Jarak, reload, distribusi beban armada | Melihat kecocokan armada-node |
| `greedy_vrptw` | Menguji pemilihan node terdekat yang tetap feasible terhadap time window | Late stop, jarak, waiting time | Melihat keseimbangan efisiensi spasial dan kepatuhan waktu |
| Monitoring lapangan | Menguji API pembaruan status, portal driver, dan broadcast event | Status node, waktu aktual tiba, keterlacakan pengemudi | Melihat kesesuaian implementasi sistem dengan proses distribusi nyata |
2.3 Arsitektur Implementasi Laravel
| Modul | Komponen Kode | Peran pada Sistem |
|---|---|---|
| Impor distribusi | DistribusiController, DistribusiService, MasterPenerimaImport, MenuHarianImport | Mengubah data awal Excel menjadi data operasional berbasis database. |
| Penjadwalan rute | RouteOptimizationController, RouteScheduleService, CalculateRouteJob | Membentuk rute pengiriman harian secara sinkron dan asinkron. |
| Optimasi | VrptwOptimizationService | Menghitung jarak Haversine, estimasi waktu, dan pemilihan node rute. |
| Pelaksanaan lapangan | DriverRouteController, DriverPortalController | Menyediakan rute kepada pengemudi dan menerima pembaruan status node. |
| Monitoring | DashboardController, laporan efisiensi, RouteNodeUpdated | Menyediakan statistik, efisiensi, dan pembaruan status secara real-time. |
2.4 Pemetaan Controller-Service-Model
| Lapisan | Komponen | Peran Teknis |
|---|---|---|
| Controller | DistribusiController, RouteOptimizationController, DriverRouteController | Mengelola validasi input, orkestrasi proses, dan penyajian keluaran ke pengguna maupun pengemudi. |
| Service | DistribusiService, RouteScheduleService, VrptwOptimizationService | Menangani logika bisnis inti untuk impor, pembentukan jadwal, dan optimasi rute. |
| Job/Event | CalculateRouteJob, RouteNodeUpdated | Menangani proses asinkron dan pembaruan status distribusi secara waktu nyata. |
| Model | MenuHarian, Sekolah, RutePengiriman, DetailRutePengiriman | Merepresentasikan entitas utama yang disimpan dan diproses di basis data aplikasi. |
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Fitur Sistem yang Diimplementasikan
| Fitur | Deskripsi Implementasi | Nilai Akademik |
|---|---|---|
| Impor data awal | File Excel PM dan menu harian diubah menjadi data operasional melalui import class Laravel. | Menunjukkan transformasi data awal ke data sistem secara terstruktur. |
| Manajemen master | Sistem menyimpan sekolah, klaster, lokasi SPPG, dan menu harian dalam basis data terpusat. | Mendukung kualitas data dan konsistensi proses bisnis. |
| Generate rute | Rute harian dibentuk melalui service penjadwalan dan job queue. | Menjadi bukti bahwa optimasi tidak hanya bersifat konseptual, tetapi telah diimplementasikan. |
| Portal driver dan API | Pengemudi menerima rute dan memperbarui status pengiriman secara langsung. | Memperkuat posisi sistem sebagai aplikasi operasional nyata. |
| Dashboard dan laporan | Sistem menyajikan statistik distribusi dan laporan efisiensi per periode. | Menjadi dasar evaluasi empiris terhadap performa implementasi. |
3.2 Karakteristik Dataset
| Komponen | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| Node distribusi aktif | 33 | Merepresentasikan unit layanan sekolah-klaster |
| Sekolah tujuan | 13 | Pelanggan distribusi harian |
| Total demand | 1.578 porsi | Volume distribusi yang harus dipenuhi |
| Nilai distribusi | Rp 14.154.000 | Bobot ekonomi distribusi harian |
| Koreksi spasial | 10 node | Menandakan pentingnya validasi koordinat operasional |
| Relawan diterima | 49 orang | Kesiapan sumber daya pendukung distribusi |
3.3 Hasil Optimasi dan Perbandingan Before-After
| Indikator | Baseline | Optimasi | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total jarak tempuh | 123,55 km | 101,59 km | Turun 21,96 km atau 17,77% |
| Waktu perjalanan | 184 menit | 152 menit | Turun 32 menit |
| Waktu tunggu | 165 menit | 194 menit | Naik 29 menit |
| Total waktu distribusi | 613 menit | 610 menit | Turun 3 menit atau 0,49% |
| Reload | 15 kali | 12 kali | Turun 3 kali |
| On-time rate | 100% | 100% | Tetap |
3.4 Analisis Performa VRPTW
Penurunan jarak 17,77% menunjukkan bahwa implementasi VRPTW pada aplikasi Laravel efektif mereduksi lintasan yang berulang dan tidak ekonomis. Efek ini diperkuat oleh penurunan reload dari 15 menjadi 12 kali, yang berarti modul generate rute dalam sistem turut mengurangi frekuensi perjalanan kembali ke depot. Pada perspektif sistem informasi, hasil ini menunjukkan bahwa keputusan dispatch berbasis heuristik di dalam aplikasi lebih efisien daripada urutan administrasi murni.
Di sisi lain, penurunan total waktu distribusi hanya mencapai 0,49%. Hal ini terjadi karena waktu perjalanan berhasil ditekan 32 menit, tetapi kenaikan waiting time sebesar 29 menit menahan perbaikan waktu total. Secara akademik, fenomena ini penting karena menegaskan bahwa sistem tidak cukup hanya meminimalkan jarak; ia juga perlu mengoptimalkan sinkronisasi temporal. Artinya, keberhasilan VRPTW pada layanan publik harus dievaluasi secara multi-dimensi: jarak, waktu perjalanan, waktu tunggu, makespan, dan tingkat layanan.
Dengan kata lain, kinerja implementasi menunjukkan pola yang konsisten dengan karakter VRPTW pada domain layanan publik: solusi terbaik bukan selalu solusi dengan penyelesaian tercepat, tetapi solusi yang menjaga keterpenuhan demand, menurunkan biaya perjalanan, dan tidak melanggar time window pelanggan. Karena seluruh skenario tetap mempertahankan on-time rate 100%, maka indikator pembeda utama terletak pada kualitas lintasan, efisiensi penggunaan armada, dan kemampuan sistem mencatat status distribusi secara operasional.
3.5 Simulasi Distribusi per Armada
| Kendaraan | Stop Baseline | Jarak Baseline | Stop Optimasi | Jarak Optimasi | Reload Optimasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Motor Box (Kecil) | 11 | 55,16 km | 10 | 32,05 km | 4 |
| Suzuki Carry Box (Sedang) | 11 | 38,64 km | 10 | 24,46 km | 3 |
| Truck Engkel Box (Besar) | 11 | 29,74 km | 13 | 45,08 km | 5 |
Struktur hasil armada menunjukkan bahwa optimasi memindahkan sebagian beban distribusi ke kendaraan besar pada node bervolume besar, sementara kendaraan kecil dan sedang menangani lintasan dekat-depot dengan lebih efisien. Hasil tersebut konsisten dengan teori heterogenous fleet routing, yakni efektivitas optimasi tidak identik dengan pemerataan beban, melainkan dengan kombinasi alokasi armada yang menurunkan total biaya distribusi.
3.6 Analisis Menyeluruh dan Implikasi Temuan
Secara menyeluruh, hasil penelitian menunjukkan tiga temuan penting. Pertama, kualitas data menjadi faktor yang sangat menentukan akurasi implementasi. Tanpa pembersihan subtotal Excel dan koreksi 10 titik outlier, aplikasi akan menghasilkan lintasan semu dan estimasi jarak yang bias. Kedua, heuristik greedy_vrptw lebih sesuai untuk karakter distribusi SPPG karena ia menggabungkan kedekatan spasial dengan kelayakan time window. Ketiga, manfaat terbesar implementasi pada kasus ini muncul dalam bentuk pengurangan jarak dan reload, bukan pengurangan makespan yang drastis.
Temuan tersebut memperkuat argumen bahwa aplikasi Laravel pada penelitian ini tidak boleh hanya diposisikan sebagai alat pencatatan, tetapi sebagai sistem pendukung keputusan. Hal itu terlihat dari keberadaan modul validasi input, impor data, engine perencanaan rute, job queue, peta distribusi, portal driver, API status, dan dashboard evaluasi harian yang memantau total distance, travel time, waiting time, reload, completion time, dan on-time rate.
3.7 Keterbatasan Penelitian
- Model implementasi belum memasukkan variasi kecepatan berbasis kondisi lalu lintas aktual per jam.
- Biaya operasional seperti bahan bakar, upah pengemudi, dan biaya keterlambatan belum dimodelkan sebagai objective function eksplisit.
- Skenario penelitian berfokus pada satu area layanan dan satu horizon distribusi harian.
- Koordinasi dengan kesiapan produksi dapur belum dioptimalkan bersama routing sehingga waiting time masih relatif tinggi.
- Beberapa modul sistem masih lebih kuat pada dukungan operasional daripada analitik prediktif lanjutan.
4. Implikasi Sistem Informasi
- Sistem informasi perlu memiliki modul validasi spasial untuk mendeteksi anomali koordinat secara otomatis.
- Input spreadsheet perlu diperlakukan hanya sebagai data awal dan segera dipetakan ke model database sekolah-klaster pada Laravel.
- Dashboard monitoring harus menampilkan bukan hanya jarak, tetapi juga waiting time, reload, dan status node untuk evaluasi kinerja yang utuh.
- Mesin optimasi sebaiknya mendukung beberapa heuristik dan memilih skenario terbaik secara otomatis.
- Integrasi portal driver, API status, dan broadcast event perlu dipertahankan karena menjadi pembeda utama antara sistem implementatif dan simulasi statis.
5. Kejelasan Referensi dan Relevansinya
| Referensi | Topik Utama | Relevansi terhadap Artikel |
|---|---|---|
| [1] | Multi-trip time-dependent VRPTW | Menjadi dasar teoretis untuk distribusi berulang dengan keterbatasan waktu. |
| [2] | Heterogeneous fleet VRPTW | Mendukung analisis armada kecil, sedang, dan besar pada studi ini. |
| [3] | Two-echelon and multi-trip routing | Memperkuat argumen kompleksitas distribusi bertingkat dan perjalanan ulang. |
| [4] | Distribusi pangan mudah rusak | Menunjukkan pentingnya kualitas layanan pada rantai pangan. |
| [5] | Green cold chain food routing | Memberi konteks efisiensi distribusi pangan dan keberlanjutan operasi. |
| [6] | Matheuristic multi-trip time windows | Menjadi pembanding terhadap pendekatan heuristik praktis yang dipilih pada studi ini. |
| [7] | Fresh food vehicle routing | Menguatkan relevansi studi pada domain distribusi pangan. |
6. Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi distribusi pangan berbasis Laravel yang mengintegrasikan data awal Excel dengan model VRPTW dapat menghasilkan peningkatan efisiensi distribusi pangan yang terukur. Strategi greedy_vrptw menurunkan total jarak sebesar 17,77%, menurunkan total waktu distribusi sebesar 0,49%, mempertahankan ketepatan waktu 100%, dan mengurangi reload armada. Temuan ini menegaskan bahwa optimasi rute layak dijadikan inti pengambilan keputusan pada sistem informasi distribusi pangan sekolah, sementara Laravel menjadi platform yang memungkinkan logika tersebut berjalan secara operasional. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk mengintegrasikan objective function yang secara eksplisit menekan waiting time dan makespan.
7. Rekomendasi Penelitian Lanjutan
- Menggabungkan routing dengan penjadwalan produksi agar waiting time dapat ditekan secara simultan.
- Menggunakan data perjalanan aktual per jam untuk membentuk travel time yang lebih realistis.
- Menambahkan objective function berbasis biaya total distribusi.
- Menguji generalisasi model pada beberapa depot atau beberapa kecamatan layanan.
Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pengelola data operasional SPPG, pengembang sistem informasi distribusi, serta dosen pembimbing yang mendukung penyusunan model dan analisis pada penelitian ini.
Daftar Pustaka
- B. Pan, Z. Zhang, and A. Lim, "Multi-trip time-dependent vehicle routing problem with time windows," European Journal of Operational Research, doi: 10.1016/j.ejor.2020.09.022.
- M. K. Şahin and H. Yaman, "A Branch and Price Algorithm for the Heterogeneous Fleet Multi-Depot Multi-Trip Vehicle Routing Problem with Time Windows," Transportation Science, doi: 10.1287/trsc.2022.1146.
- G. Marques, R. Sadykov, R. Dupas, and J.-C. Deschamps, "A Branch-Cut-and-Price Approach for the Single-Trip and Multi-Trip Two-Echelon Vehicle Routing Problem with Time Windows," Transportation Science, doi: 10.1287/trsc.2022.1136.
- A. Ahmadi-Javid, M. Mansourfar, C.-G. Lee, and L. Liu, "Optimal distribution of perishable foods with storage temperature control and quality requirements: An integrated vehicle routing problem," Computers & Industrial Engineering, doi: 10.1016/j.cie.2023.109215.
- G. Pérez-Lechuga, J. F. Martínez-Sánchez, F. Venegas-Martínez, and K. N. Madrid-Fernández, "A Routing Model for the Distribution of Perishable Food in a Green Cold Chain," Mathematics, doi: 10.3390/math12020332.
- J. Lehmann and M. Winkenbach, "A matheuristic for the Two-Echelon Multi-Trip Vehicle Routing Problem with mixed pickup and delivery demand and time windows," Transportation Research Part C: Emerging Technologies, doi: 10.1016/j.trc.2024.104522.
- Y. Wang, Y. Wang, and J. Leng, "A Study on the Vehicle Routing Planning Method for Fresh Food Distribution," Applied Sciences, doi: 10.3390/app142210499.